Daerah
Banjarnegara dan sekitarnya merupakan daerah yang sangat tergantung dengan
musim. Seperti halnya di Indonesia pada umumnya yang mengalami dua musim
yaitu kemarau dan penghujan. Pada musim kemarau, masyarakat Banjarnegara sering
mengalami kesulitan dalam mencari air untuk kebutuhan hidup sehari-hari
maupun untuk keperluan pertanian.Sumber air yang ada sangat terbatas
sementara penggunanya sangat banyak. Hal ini menyebabkan perselisihan antara
desa - desa atau kelompok masyarakat yang saling berebut untuk menggunakan
air tersebut. Oleh sesepuh desa, untuk mengakhiri perselisihan tersebut
diadakan upacara mujung atau ujungan yaitu upacara untuk memohon
kepada Tuhan Yang Maha Esa agar perselisihan itu berakhir karena
turunnya hujan. Upacara itulah yang selalu dilaksanakan apabila musim kemarau
telah berlangsung cukup lama dan masyarakat sangat menderita menghadapi
musim kemarau tersebut.
Istilah
ujungan atau mujung berasal dari kata ujung artinya memukul. Ujungan
sama dengan
benthongan,
gebug - gebugan, artinya saling memukul. Sesuai dengan bentuk
pelaksanaannya yaitu upacara ini adalah semacam pertandingan saling
memukul antara dua pemain (pelaku). Bagian anggota tubuh yang dipukul adalah
bagian kaki, tidak boleh memukul tubuh bagian atas. Dan diiringi oleh musik
gamelan. Tujuan diadakannya upacara Ujungan ini adalah untuk memohon hujan
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini dilaksanakan apabila musim kemarau
sudah berlangsung sangat panjang dan masyarakat sudah kesulitan dalam
memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Kemarau panjang biasanya
terjadi pada musim kapat kelima atau sekitar bulan September. Dengan
diadakannya upacara ujungan ini merupakan bentuk kesadaran manusia bahwa
hanya Tuhanlah menjadi tempat manusia untuk memohon segala
pertolongan. Upacara ujungan ini juga mengingatkan pada masyarakat
pendukungnya mengenai sejarah atau asal mula diadakannya upacara ujungan
ini, yaitu bahwa pada mulanya mayarakat saling berselisih karena berebut air.
Untuk itu dalam upacara digambarkan sejarahnya agar masyarakat dapat mengambil
hikmah dari perjalanan sejarah masa lalu. Ujungan adalah ritual minta
hujan yang dilakukan oleh masyarakat di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan,
Kabupaten Banjarnegara pada setiap musim kemarau.


baru tau ada kya gtu dbanjarnegara..hahaha
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusgak ikutan mi? :D
BalasHapusvisit: siskadyahayu.wordpress.com
kok gagg ad ami d.stu ??
BalasHapus:D