Senin, 23 Desember 2013

Ritual Ujungan di Banjarnegara




Daerah Banjarnegara dan sekitarnya merupakan daerah yang sangat tergantung dengan musim. Seperti halnya di Indonesia pada umumnya yang mengalami dua musim yaitu kemarau dan penghujan. Pada musim kemarau, masyarakat Banjarnegara sering mengalami kesulitan dalam mencari air untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk keperluan pertanian.Sumber air yang ada sangat terbatas sementara penggunanya sangat banyak. Hal ini menyebabkan perselisihan antara desa - desa atau kelompok masyarakat yang saling berebut untuk menggunakan air tersebut. Oleh sesepuh desa, untuk mengakhiri perselisihan tersebut diadakan upacara  mujung atau  ujungan yaitu upacara untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar perselisihan itu berakhir  karena turunnya hujan. Upacara itulah yang selalu dilaksanakan apabila musim kemarau telah berlangsung cukup lama dan masyarakat sangat menderita menghadapi musim kemarau tersebut. 

Istilah  ujungan atau  mujung berasal dari kata  ujung artinya memukul. Ujungan sama dengan 

benthongan,  gebug - gebugan, artinya saling memukul. Sesuai dengan bentuk pelaksanaannya yaitu upacara ini adalah semacam pertandingan saling memukul antara dua pemain (pelaku). Bagian anggota tubuh yang dipukul adalah bagian kaki, tidak boleh memukul tubuh bagian atas. Dan diiringi oleh musik gamelan. Tujuan diadakannya upacara Ujungan ini adalah untuk memohon hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini dilaksanakan apabila musim kemarau sudah berlangsung sangat panjang dan masyarakat sudah kesulitan dalam memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Kemarau panjang biasanya terjadi pada musim  kapat kelima  atau sekitar bulan September. Dengan diadakannya upacara ujungan ini merupakan bentuk kesadaran manusia bahwa hanya Tuhanlah menjadi tempat manusia untuk memohon segala pertolongan. Upacara  ujungan ini juga mengingatkan pada masyarakat pendukungnya mengenai sejarah atau asal mula diadakannya upacara ujungan ini, yaitu bahwa pada mulanya mayarakat saling berselisih karena berebut air. Untuk itu dalam upacara digambarkan sejarahnya agar masyarakat dapat mengambil hikmah dari perjalanan sejarah masa lalu. Ujungan adalah ritual minta hujan yang dilakukan oleh masyarakat di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada setiap musim kemarau.

4 komentar: